KabarTaka, PENAJAM — Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten PPU, Suko Haryono, di Ruang Kerja Bupati lantai 3 Kantor Setkab PPU, Senin (27/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Turut hadir mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Tohar serta Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Margono Hadi Susanto.
Pertemuan BPS PPU bersama Pemda PPU menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam penyediaan data statistik yang akurat, mutakhir, dan terpercaya.
Mudyat Noor menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran BPS PPU. Ia menegaskan bahwa data statistik memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini data menjadi bagian yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah, khususnya yang bersifat update, valid, dan terintegrasi,” ucap Mudyat.
Ia berharap koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPS dapat terus ditingkatkan, sehingga setiap program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui data terbaru yang terus disinkronisasikan, kita berharap setiap program pembangunan dapat tepat sasaran, termasuk dalam kebijakan yang diselaraskan antara pusat dan daerah,” jelasnya.
Mudyat juga menekankan pentingnya sinkronisasi data statistik di berbagai sektor, seperti ekonomi, pertanian, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan perkembangan pembangunan, termasuk dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah PPU.
Sementara itu, Kepala BPS PPU Suko Haryono menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam penyediaan data statistik sektoral. Ia juga mendorong kolaborasi aktif dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Pembaruan data ini dilakukan untuk menyajikan informasi terbaru terkait pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendukung pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) di wilayah PPU,” ujar Suko.
Dalam audiensi tersebut juga dibahas sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan koordinasi penyusunan data sektoral, verifikasi lapangan (ground check) bantuan sosial seperti PBI dan PKH, pengecekan data kelistrikan PLN, serta dukungan terhadap program prioritas daerah melalui penyediaan data yang akurat.
Dia berharap kolaborasi penguatan data statistik di PPU dapat terus berjalan optimal dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung penyediaan data yang relevan dan berkualitas guna menunjang pembangunan daerah di Kabupaten PPU,” tutupnya. (*)











